Sahabat.
Sedih rasanya jika mendengar ada sahabat kita yang menanggapi dingin reuni hanya karena dia tak cukup percaya diri. Banyak alasan untuk tidak percaya diri. Diantaranya mungkin karena jobless, merasa miskin, merasa tak cukup sukses untuk dipamerkan. Untuk dipamerkan? Untuk pamer kepada siapa? apa dengan pamer kita jadi naik prestasi hidupnya? Tapi ini terjadi. Kejadian yang seharusnya tak perlu ada. Bukan untuk tujuan itu reuni ini ada. Datanglah saja sebagai dirimu seutuhnya. Masing-masing dari kita bahkan tak berhak menilai satu sama lain. Jika kita masih suka menilai, kita berarti menghina Tuhan. Karena Dia menciptakan kita semua dengan selaksa cinta kasih tanpa beda.
Dari awal bertemu, team panitia sepakat, tak boleh ada yang membawa atribut apapun selain sebagai sahabat. Tak peduli itu juragan, perwira, boss, bawahan, kere jalanan, atau apapun. Kita adalah kau dan aku. Bukankah manusia fitrahnya berusaha, sementara hasil mutlak milik Allah? jadi jangan berhenti bersyukur atas apa yang kita dapat, sahabat.
Coba lihat dari sisi positifnya. Dengan kita berkumpul, berkomunikasi, kita jadi tahu bagaimana kabar terbaru sahabat-sahabat kita. Siapa tahu, justru dengan pertemuan ini kita terbuka wawasannya, atau memiliki peluang usaha yang lebih besar? siapa tahu? please, jangan membatasi diri. Jangan berhenti untuk selalu membaikkan dirimu, sahabat. Jadi, tolong sampaikan pesan ini kepada sahabat2 yang belum terbuka hatinya. Bantulah mereka.
Sedih rasanya jika mendengar ada sahabat kita yang menanggapi dingin reuni hanya karena dia tak cukup percaya diri. Banyak alasan untuk tidak percaya diri. Diantaranya mungkin karena jobless, merasa miskin, merasa tak cukup sukses untuk dipamerkan. Untuk dipamerkan? Untuk pamer kepada siapa? apa dengan pamer kita jadi naik prestasi hidupnya? Tapi ini terjadi. Kejadian yang seharusnya tak perlu ada. Bukan untuk tujuan itu reuni ini ada. Datanglah saja sebagai dirimu seutuhnya. Masing-masing dari kita bahkan tak berhak menilai satu sama lain. Jika kita masih suka menilai, kita berarti menghina Tuhan. Karena Dia menciptakan kita semua dengan selaksa cinta kasih tanpa beda.
Dari awal bertemu, team panitia sepakat, tak boleh ada yang membawa atribut apapun selain sebagai sahabat. Tak peduli itu juragan, perwira, boss, bawahan, kere jalanan, atau apapun. Kita adalah kau dan aku. Bukankah manusia fitrahnya berusaha, sementara hasil mutlak milik Allah? jadi jangan berhenti bersyukur atas apa yang kita dapat, sahabat.
Coba lihat dari sisi positifnya. Dengan kita berkumpul, berkomunikasi, kita jadi tahu bagaimana kabar terbaru sahabat-sahabat kita. Siapa tahu, justru dengan pertemuan ini kita terbuka wawasannya, atau memiliki peluang usaha yang lebih besar? siapa tahu? please, jangan membatasi diri. Jangan berhenti untuk selalu membaikkan dirimu, sahabat. Jadi, tolong sampaikan pesan ini kepada sahabat2 yang belum terbuka hatinya. Bantulah mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar